Tampilkan postingan dengan label Google Chrome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Chrome. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

Di Android, Opera Terbaru Lebih Cepat dari Chrome?



Opera Software telah merilis aplikasi peramban (browser) Opera Mobile versi 12.1 untuk Android pada Selasa (9/10/2012). Opera Mobile 12.1 diklaim tidak kalah cepat dibandingkan Chrome besutan Google.

Opera Mobile 12.1 secara khusus memasukan standar pada browser desktop, yaitu protokol SPDY (dibaca: SPeeDY). Protokol ini merupakan perbaikan dari HTTP, untuk berkomunikasi dengan server situs web di seluruh dunia yang mampu mempercepat waktu dalam membuka halaman situs web.

Berkat SPDY, berselancar dengan Opera Mobile dari perangkat Android terasa sama cepat seperti menggunakan Chrome.

Situs web teknologi GigaOM melakukan uji cepat antara Opera Mobile 12.1 dan Chrome versi 18 dengan perangkat Samsung Galaxy Note II, dan menggunakan aplikasi uji coba SunSpider. Aplikasi ini memberi gambaran tentang kinerja JavaScript pada browser. Jika angkanya lebih rendah, maka lebih baik.

Hasilnya, Opera Mobile 12.1 mencetak 1.094,4 milidetik, sementara Chrome 18 mencatat 1.192,1 milidetik.

Opera juga menambahkan beberapa fitur lain. Aplikasi ini menawarkan perlindungan anti-penipuan dan memberi peringatan ketika pengguna membuka situs web yang dianggap berbahaya. Opera Mobile 12.1 juga mendukung teknologi HTML5. Dan tak kalah penting, instalasi aplikasi ini tidak memakan banyak ruang penyimpanan data.

Opera Mobile 12.1 tetap mempertahankan teknologi kompresi, yang membuat pengguna bisa mengirit data internet. Fitur inilah yang membuat Opera Mobile berbeda dengan browser lainnya.

Satu "Lubang" di Chrome Dihargai Google Rp 500 Juta



Sistem keamanan Google Chrome berhasil ditembus oleh sekelompok peretas (hacker) yang menamakan diri mereka sebagai Pinkie Pie.

Namun, bukan tuntutan yang didapat oleh Pinkie Pie karena aksinya tersebut. Ternyata, mereka malah diberi uang tunai sebesar 60.000 dollar AS (sekitar Rp 575 juta) oleh Google. Mengapa?

Ternyata, Pinkie Pie merupakan salah satu peserta kontes "Pwnium" yang diadakan oleh Google pada konferensi Hack in the Box di Kuala Lumpur, Malaysia. Di ajang Pwnium ini, Google meminta para peretas untuk menemukan semua celah keamanan yang ada di Chrome.

Dikutip dari Venture Beat, Google menilai penemuan yang dilakukan oleh Pinkie Pie sebagai suatu hal yang "kritis" dan menyebutnya sebagai "sebuah karya yang indah".

Namun, Google tidak akan menyebarkan informasi mengenai celah keamanan apa saja yang ditemukan di ajang Pwnium ini, setidaknya hingga mayoritas penggunanya telah meng-install patch terbaru.

Di ajang Pwnium kali ini, ternyata hanya Pinkie Pie yang berhasil memenangkan hadiah dari Google. Hingga detik terakhir kompetisi ini, tidak ada peretas lain yang memberikan hasil "karyanya".

Ini merupakan kali kedua bagi Google dalam mengadakan ajang Pwnium. Ajang tersebut untuk pertama kalinya diadakan pada Maret tahun ini di konferensi CanSecWest, Vancouver.

Pada ajang Pwnium pertama tersebut, ternyata Pinkie Pie juga turut memenangkan hadiah dari Google. Pinkie Pie pun memenangkan hadiah dengan jumlah yang sama dengan kompetisi kali ini.

Apabila para peserta mampu menemukan celah keamanan secara keseluruhan, peserta akan diberi hadiah sebesar 60.000 dollar AS, seperti yang telah didapatkan oleh Pinkie Pie.

Apabila peserta hanya mampu menemukan sebagian kecil dari keseluruhan celah keamanan yang ada, Google hanya menghadiahkan uang tunai sebesar 10.000 dollar AS. Secara total, Google menyiapkan uang tunai sebesar 2 juta dollar AS untuk kompetisi ini.

Source