Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 November 2012
Facebook Punya Filter Foto ala Instagram
Seakan tak mau tertinggal oleh Twitter yang baru beberapa hari lalu dikabarkan bakal mengusung filter foto retro ala Instagram, Facebook telah lebih dahulu menerapkan fitur serupa di aplikasi utamanya di platform iOS.
Sang empunya Instagram itu sebenarnya sudah memiliki aplikasi kamera sendiri bernama Facebook Camera, tetapi jumlah penggunanya jauh lebih kecil dibandingkan pengguna aplikasi utama Facebook pada iOS.
Ini Dia Kota dengan Hosting Website Terbanyak di Dunia
Sudah tidak terhitung jumlah situs internet yang ada saat ini. Namun di kota mana sajakah situs-situs tersebut paling banyak ditempatkan?
Hostcabi, sebuah perusahaan informasi telah membuat urutan kota mana saja yang menempati 15 urutan teratas sebagai lokasi hosting terbanyak di dunia.
Ternyata Houston, salah satu kota di Amerika Serikat menempati urutan teratas dengan lebih dari 50 ribu situs internet ditempatkan di kota ini. Posisi kedua diikuti oleh Mountain View yang berada di California dengan jumlah setengahnya dari Houston.
Jumat, 09 November 2012
Twitter Minta Pengguna Ganti "Password", Ada Apa?
Twitter melakukan pengaturan ulang (reset) password akun penggunanya tanpa konfirmasi terlebih dahulu, yang awalnya diklaim sebagai upaya meningkatkan keamanan, Kamis (8/11/2012) waktu Amerika Serikat.
Namun, ternyata Twitter menyatakan bahwa upaya reset password tersebut merupakan kesalahan yang tidak disengaja dan tidak seharusnya terjadi.
Keteledoran ini terjadi saat mereka melakukan pemeriksaan keamanan rutin untuk mengidentifikasi akun yang bermasalah atau dicurigai.
Beberapa pengguna Twitter melaporkan telah dikirimi e-mail yang berisi perintah mengubah password akunnya.
Kamis, 08 November 2012
Bagaimana Mengatasi "Internet Lambat" di Indonesia?
| Rata-rata kecepatan internet di Indonesia dari waktu ke waktu menurut riset Akamai. |
Laporan Akamai mengenai kondisi internet dunia (berdasarkan versi mereka) menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan koneksi paling pelan di Asia.
Dalam sebuah diskusi online, Senin (29/10/2012), Executive Director Indonesian ICT Partnership Association (ICT Watch), Donny BU, mengatakan, gejala penurunan itu bisa diamati sejak kuartal ketiga 2009.
Donny mengaku hal ini cukup meresahkan. Apalagi, sejak nyungsep pada 2009, rata-rata koneksi internet Indonesia belum juga menunjukkan perbaikan.
Praktisi teknologi informasi dan Chairman Board of Advisory ICT Watch, Onno W Purbo, menyebutkan, data dari Akamai itu bisa dilihat dari dua hal.
ISP Indonesia Sempat Bikin Layanan Google Terganggu
Beberapa layanan Google, seperti Gmail dan Google+, sempat tak bisa diakses selama lebih kurang 27 menit oleh sebagian pengguna internet di Amerika Serikat dan Hong Kong, pada Selasa (6/11/2012).
Apa pasal? Setelah diselidiki, ternyata penyebab terhentinya layanan Google di sebagian wilayah dunia itu disebabkan oleh sebuah kesalahan yang dilakukan oleh salah satu penyedia jasa internet (ISP, internet service provider) di Indonesia, Moratel.
Hal tersebut diungkapkan oleh Tom Paseka, seorang teknisi jaringan di perusahaan CloudFlare yang menyelidiki masalah itu setelah layanan-layanan Google Apps yang digunakan perusahaannya tiba-tiba offline. Bahkan DNS Public Google (Alamat IP, 8.8.8.8) tak bisa diakses.
Seperti yang ditulisnya dalam sebuah blog CloudFlare, selelah membedah network layer, Paseka menemukan bahwa koneksi antara kantornya dengan Google mentok di alamat gateway Moratel. "Padahal, letak kantor CloudFlare di California berdekatan dengan Data Centre milik Google sehingga permintaan koneksi seharusnya tak perlu dialihkan lebih dahulu ke Indonesia," tulis Paseka.
Senin, 05 November 2012
RapidShare Tak Lagi "Cekik" Pengguna Gratisan
KOMPAS.com - Setelah sempat mengurangi kecepatan download untuk akun pengguna gratisan (free user), situs file sharing populer RapidShare menyatakan telah mencabut batasan tersebut.
Paska penutupan situs Megaupload Januari 2012, Rapidshare sempat kebanjiran pengguna yang mencari alternatif file sharing, termasuk pengguna akun gratis yang disinyalir hanya tertarik mengunduh konten ilegal atau bajakan.
Untuk mencegah hal itu, Rapidshare kemudian menerapkan kebijakan pembatasan kecepatan download untuk pengguna akun gratis hingga menjadi sekitar 30 Kbps saja. Harapannya, dengan kecepatan yang kelewat pelan tersebut, pencari konten ilegal akan emoh memakai Rapidshare untuk melaksanakan niatnya.
Twitter Akan Tiru Fitur Instagram?
Situs jejaring sosial Twitter dikabarkan akan menambah fitur filter foto di aplikasi perangkat mobile. Fitur baru mirip Instagram ini akan terealisasi dalam beberapa bulan mendatang.
Kabar ini diwartakan kali pertama oleh The New York Times, yang melaporkan bahwa Twitter akan memperbarui aplikasi di perangkat mobile dan menambah filter foto di sana.
Jika benar demikian, maka pengguna Twitter yang ingin berbagi foto bisa jadi tak perlu lagi mengakses Instagram untuk mengedit foto.
Menurut salah seorang karyawan Twitter, filter foto di aplikasi mobile Twitter akan disambut baik oleh penggunanya, seperti selebriti atau tokoh media. Pengguna Twitter yang memiliki banyak follower sering mengedit foto di Instagram lalu membagikan lagi di Twitter.
Kamis, 25 Oktober 2012
Di Asia, Kecepatan Internet Indonesia Paling Lambat
KOMPAS.com - Menurut hasil laporan dari Akamai, rata-rata kecepatan Internet di Indonesia paling rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di Asia Pasifik.
Rata-rata kecepatan Internet di kuartal 2 tahun 2012 ini hanyalah 0,8 Megabit per detik atau setara dengan 100 Kilobyte per detik.
Walaupun begitu, kecepatan Internet di Indonesia di kuartal ini meningkat 7,2 persen dari kuartal lalu dan meningkat 20 persen dari tahun lalu.
| (gambar: Akamai) |
Pemilik kecepatan Internet tertinggi di wilayah Asia-Pasifik adalah Korea Selatan. Di negeri K-Pop tersebut, para pengguna rata-rata menggunakan Internet dengan kecepatan 14,2 Megabit per detik atau setara dengan 1.817 Kilobyte per detik.
Negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura dan Malaysia, memiliki ranking yang lebih baik untuk masalah kecepatan Internet. Rata-rata pengguna di Singapura dan Malaysia dapat mengakses Intenet dengan kecepatan 5,1 Megabit per detik (652 kilobyte per detik) dan 2,2 Megabit per detik (281,6 kilobyte per detik).
Menurut Chairman Mastel, Setyanto P Santosa, koneksi Internet di Indonesia lambat karena Indonesia salah kaprah dalam menetapkan broadband.
"Sekitar 95 persen koneksi internet di Tanah Air masih memakai koneksi wireless, sisanya memakai kabel. Indonesia itu salah kaprah," kata Setyanto.
Menurutnya, teknologi wireless itu didesain untuk low traffic. Namun, di Indonesia, koneksi itu malah digunakan untuk traffic tinggi. Akibatnya, koneksi internet di Indonesia terkesan lambat.
Padahal, kata Setyanto, sebagai negara berkembang, justru koneksi fixed broadband yang harus diperbesar, bukan malah koneksi wireless.
Source
Kapan yaa indonesia internetnya bisa setara dengan US? :|
Jumat, 12 Oktober 2012
Lacak Posisi Mobil dan Motor dengan Dilacak.com
Layanan situs web pelacak kendaraan bermotor, Dilacak.com, berhasil menjadi juara dua dalam kompetisi perusahaan rintisan digital SparxUp 2012, dan berhak atas hadiah sebesar Rp 50 juta.
Dilacak.com memungkinkan para klien untuk melacak posisi dan memantau aktivitas kendaraan bermotor, seperti motor dan mobil yang dimiliki.
Perusahaan rintisan digital (startup) ini didirikan oleh Dindin Mulyana dan Hana Abriansyah. Dilacak.com mulai menjalankan bisnisnya pada awal 2012. Dalam menjalankan bisnis, Dindin dan Hana dibantu oleh 4 karyawan lain untuk urusan teknis dan pemasaran.
| Hana Abriansyah dan Dindin Mulyana, dua pendiri Dilacak.com |
Dindin mengatakan, telah memiliki 20 klien lebih, yang mendaftarkan 165 unit kendaraaan bermotor agar keberadaannya bisa dilacak oleh layanan Dilacak.com. "Klien kami terdiri dari perusahaan transportasi dan perusahaan jasa pengiriman barang atau kargo," katanya pada Malam Penganugerahan SparxUp 2012 di Plaza Bapindo Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Agar sebuah kendaraan bisa dilacak, diperlukan perangkat GPS tracker yang dipasangkan pada mobil ataupun motor. Alat ini disetel agar terhubung dengan sistem Dilacak.com.
Sejatinya, Dilacak.com tidak menyediakan alat GPS tracker, namun jika klien menginginkan Dilacak.com untuk menyediakannya, maka Dilacak.com mampu memenuhinya.
Setiap klien akan diberikan username dan password untuk masuk ke layanan Dilacak.com. Di sana, klien bisa melacak posisi dan kecepatan laju kendaraan. Tak hanya itu, klien juga bisa memantau aktivitas lain, apakah kendaraan tersebut sedang parkir, sedang mematikan mesin, terjebak macet, dan sebagainya.
Dilacak.com memasang harga Rp 25.000 per bulan untuk 1 unit kendaraan yang ingin dilacak. Jika klien menginginkan fitur lebih, yang termasuk layanan pulsa dan SMS, maka harganya adalah Rp 125.000 per bulan per unit kendaraan.
Laporan pelacakan akan dikirim secara realtime ke layanan Dilacak.com setiap 10 detik sekali atau setiap kali kendaraan menempuh jarak 100 meter.
Source
Satu "Lubang" di Chrome Dihargai Google Rp 500 Juta
Sistem keamanan Google Chrome berhasil ditembus oleh sekelompok peretas (hacker) yang menamakan diri mereka sebagai Pinkie Pie.
Namun, bukan tuntutan yang didapat oleh Pinkie Pie karena aksinya tersebut. Ternyata, mereka malah diberi uang tunai sebesar 60.000 dollar AS (sekitar Rp 575 juta) oleh Google. Mengapa?
Ternyata, Pinkie Pie merupakan salah satu peserta kontes "Pwnium" yang diadakan oleh Google pada konferensi Hack in the Box di Kuala Lumpur, Malaysia. Di ajang Pwnium ini, Google meminta para peretas untuk menemukan semua celah keamanan yang ada di Chrome.
Dikutip dari Venture Beat, Google menilai penemuan yang dilakukan oleh Pinkie Pie sebagai suatu hal yang "kritis" dan menyebutnya sebagai "sebuah karya yang indah".
Namun, Google tidak akan menyebarkan informasi mengenai celah keamanan apa saja yang ditemukan di ajang Pwnium ini, setidaknya hingga mayoritas penggunanya telah meng-install patch terbaru.
Di ajang Pwnium kali ini, ternyata hanya Pinkie Pie yang berhasil memenangkan hadiah dari Google. Hingga detik terakhir kompetisi ini, tidak ada peretas lain yang memberikan hasil "karyanya".
Ini merupakan kali kedua bagi Google dalam mengadakan ajang Pwnium. Ajang tersebut untuk pertama kalinya diadakan pada Maret tahun ini di konferensi CanSecWest, Vancouver.
Pada ajang Pwnium pertama tersebut, ternyata Pinkie Pie juga turut memenangkan hadiah dari Google. Pinkie Pie pun memenangkan hadiah dengan jumlah yang sama dengan kompetisi kali ini.
Apabila para peserta mampu menemukan celah keamanan secara keseluruhan, peserta akan diberi hadiah sebesar 60.000 dollar AS, seperti yang telah didapatkan oleh Pinkie Pie.
Apabila peserta hanya mampu menemukan sebagian kecil dari keseluruhan celah keamanan yang ada, Google hanya menghadiahkan uang tunai sebesar 10.000 dollar AS. Secara total, Google menyiapkan uang tunai sebesar 2 juta dollar AS untuk kompetisi ini.
Source
Langganan:
Komentar (Atom)
