Tampilkan postingan dengan label Google+. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google+. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Pakai Google Maps, Jalan Kaki 8.000 Km

Winston Fiore, mantan marinir AS, yang berjalan 8.000 km demi misi kemanusiaan.

Sebuah artikel tentang operasi gratis untuk anak-anak dengan masalah cleft-lip (bibir sumbing) benar-benar telah mengubah jalan hidup Winston Fiore, mantan pasukan angkatan laut (marinir) AS.

Setelah membaca artikel tersebut, Fiore memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan membela negara, mendirikan SmileTrek.org, berjalan kaki sejauh 8.000 kilometer mengelilingi Asia Tenggara, dan akhirnya berhasil mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak dengan masalah tersebut.

Cerita bermula saat Fiore kembali dari tugasnya selama tiga minggu di Senegal. Dia diperlihatkan sebuah artikel oleh ayahnya. Artikel ini berisikan kisah mengenai seorang ahli bedah bernama Dr Geof Williams yang rela meninggalkan kariernya di AS demi menyediakan program operasi gratis bagi anak-anak di negara berkembang yang terkena masalah bibir sumbing.

Terinspirasi dengan Dr Geof Williams, Fiore akhirnya membuat sebuah misi kemanusiaannya versi dirinya sendiri, Smile Trek.

Perjalanan 8.000 km mengelilingi Asia Tenggara

Biaya satu kali operasi untuk masalah bibir sumbing ini adalah sekitar 250 dollar AS. Untuk sebagian orang, biaya tersebut memang dirasa tidak terlalu tinggi. Namun, untuk kebanyakan masyarakat di negara berkembang, biaya tersebut terasa sangat tinggi.

Sadar Dr Geof Williams tidak akan mampu apabila terus mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu anak-anak tersebut, Fiore berinisiatif untuk menyebarkan kampanye pengumpulan dana untuk membantu Williams.

Cara yang dipilih oleh Fiore untuk menyebarkan kampanye ini terbilang unik. Ia memilih untuk berjalan kaki di wilayah Asia Tenggara dengan harapan dapat memaparkan kampanye ke setiap orang yang ditemui di sepanjang perjalanan.

Senin, 03 Desember 2012

Gmail Bakal Bisa Kirim "Paket Jumbo"



Mengirim e-mail dengan lampiran (attachment) file berukuran lebih dari 25MB saat ini memang masih belum bisa dilakukan melalui layanan email Google, Gmail. Namun, dalam beberapa hari ke depan, permasalahan tersebut akan segera terselesaikan.

Untuk mengatasi masalah batasan besar file yang bisa dilampirkan pada sebuah e-mail, perusahaan internet terbesar ini memutuskan untuk menggabungkan fungsi Google Drive, layanan komputasi awan (cloud computing), ke Gmail.

Dengan adanya penggabungan fungsi tersebut, pengguna Gmail dapat mengirimkan e-mail dengan lampiran file berukuran hingga 10GB.

Dikutip dari PCMag, Kamis (29/11/2012), dengan adanya integrasi tersebut, pengguna dapat memasukkan file langsung dari Google Drive, tanpa harus meninggalkan Gmail.


Minggu, 02 Desember 2012

Google Drive Kini Bisa Edit "Spreadsheet" di Android dan iOS


Google memperbarui aplikasi layanan penyimpanan data dan dokumen Google Drive untuk perangkat iOS dan Android, Rabu (28/11/2012). Kini, aplikasi Google Drive di iOS dan Android bisa mengedit dokumen lembar lajur atau spreadsheet.

Sama seperti pengguna Google Drive di komputer pribadi, kini pengguna Google Drive dapat membuat dan mengedit dokumen lembar lajur dari perangkat mobile. Pengguna bisa dengan nyaman mengubah tata letak, ukuran tabel, mengubah jenis huruf ataupun memberi warna.

Setiap perubahan yang terjadi pada dokumen lembar lajur bersifat real-time. Ini sangat berguna bagi Anda yang berbagi dokumen untuk tujuan kolaborasi dengan pengguna Google Drive lainnya.

Kamis, 29 November 2012

Terkecoh Google Maps, Peneliti Sia-sia Berlayar 25 Hari

Pulau di Google Maps yang seharusnya tak ada


Google Maps dan Google Earth boleh dibilang aplikasi navigasi online terbaik saat ini, namun meski demikian Google Maps pun tidak luput dari kesalahan.

Seperti yang terjadi pada salah satu pulau yang terlihat pada Google Maps, pulau yang berada pada dekat dengan New Caledonia tersebut seharusnya tidak ada.

Keberadaan pulau tersebut coba dibuktikan oleh peneliti asal University of Sydney, yang berlayar ratusan mil selama 25 hari menuju lokasi yang ditunjukan oleh Google Maps, di mana pulau tersebut seharusnya berada.

Kamis, 08 November 2012

ISP Indonesia Sempat Bikin Layanan Google Terganggu



Beberapa layanan Google, seperti Gmail dan Google+, sempat tak bisa diakses selama lebih kurang 27 menit oleh sebagian pengguna internet di Amerika Serikat dan Hong Kong, pada Selasa (6/11/2012).

Apa pasal? Setelah diselidiki, ternyata penyebab terhentinya layanan Google di sebagian wilayah dunia itu disebabkan oleh sebuah kesalahan yang dilakukan oleh salah satu penyedia jasa internet (ISP, internet service provider) di Indonesia, Moratel.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tom Paseka, seorang teknisi jaringan di perusahaan CloudFlare yang menyelidiki masalah itu setelah layanan-layanan Google Apps yang digunakan perusahaannya tiba-tiba offline. Bahkan DNS Public Google (Alamat IP, 8.8.8.8) tak bisa diakses.

Seperti yang ditulisnya dalam sebuah blog CloudFlare, selelah membedah network layer, Paseka menemukan bahwa koneksi antara kantornya dengan Google mentok di alamat gateway Moratel. "Padahal, letak kantor CloudFlare di California berdekatan dengan Data Centre milik Google sehingga permintaan koneksi seharusnya tak perlu dialihkan lebih dahulu ke Indonesia," tulis Paseka.

Kamis, 25 Oktober 2012

Tertinggi, Berapa Gaji "Programer" di Google?

Kantor baru Google di Pittsburg, California, Amerika Serikat, ini awalnya adalah sebuah pabrik tua dengan luas 45.000 meter persegi.

KOMPAS.com — Agar terus memiliki produk yang menarik, perusahaan-perusahaan teknologi berbasis internet, seperti Google dan Facebook, haruslah memiliki software engineer atau ahli pemrogram yang bertalenta tinggi.

Untuk menarik talenta-talenta baru bergabung, sebuah perusahaan haruslah menawarkan gaji yang lebih menarik dari perusahaan lain.

Perusahaan manakah yang memberikan gaji tertinggi untuk para karyawan software engineer-nya? Menurut Glassdoor, seperti dikutip dari Wall Street Journal, software engineer Google memiliki gaji tahunan yang paling tinggi di antara perusahaan teknologi lainnya.

Software engineer Google rata-rata memiliki gaji pokok sebesar 128.336 dollar AS (sekitar Rp 1,2 miliar per tahun atau Rp 100 juta per bulan).

Nilai tersebut lebih tinggi sekitar 5.000 dollar AS dari Facebook yang menempati posisi kedua dalam daftar gaji pokok karyawan software engineer tertinggi. Karyawan Facebook dengan posisi tersebut rata-rata bergaji 123.626 dollar AS.

Menurut Glassdoor, perbedaan gaji software engineer Facebook dan Google semakin lama semakin kecil. Tahun lalu, terdapat perbedaan gaji sebesar 6.852 dollar AS, sedangkan tahun ini sudah ada di angka 4.710 dollar saja.

Apple juga menggaji tinggi software engineer yang ada di perusahaannya. Perusahaan yang terkenal dengan produk iPhone ini memberi gaji pokok sebesar 114.413 dollar AS kepada para karyawannya.

Selain tiga perusahaan tersebut, eBay dan Zynga menawarkan gaji yang tinggi. eBay memberikan gaji pokok rata-rata sebesar 108.809 dollar AS dan Zynga ada di angka 105.568 dollar AS.

Dari hasil laporan Glassdoor, diketahui kalau rata-rata gaji pokok software engineer di perusahaan teknologi yang ada di Sillicon Valley memang sangat tinggi. Rata-rata, perusahaan tersebut menggaji karyawannya sebesar 92.648 dollar AS, meningkat 2,5 persen dari tahun lalu.

Source

Jumat, 12 Oktober 2012

Tambah 1 Miliar Perangkat, Android Makin Jauh dari Apple

Robot Android

Dalam setahun ke depan, persaingan Apple dengan iOS-nya dan Google dengan Android-nya akan semakin memanas. Untuk melibas Apple, Google bakal menggenjot kehadiran 1 miliar smartphone dan tablet berbasis Android.

Seperti dikutip dari AllThingsD, Eric Schmidt, pemimpin Google, berharap ada lebih dari 1 miliar perangkat berbasis Android pada tahun mendatang.

Ini, disebutnya, akan memperkuat posisi Android dalam persaingan dengan Apple yang disebutnya sebagai "persaingan terbesar dalam industri".

Kekuatan lain Android untuk melawan Apple adalah soal jumlah pengguna, pengembang, dan dukungan penuh dari vendor hardware.

Menurut Schmidt, memang terdapat ribuan pengembang aplikasi (developer) yang mengembangkan aplikasi berbasis (OS) Apple, namun Google memiliki lebih banyak pengembang dibandingkan Apple.

Selain itu, ada begitu banyak perusahaan yang ikut mengembangkan Android, seperti Samsung dan HTC, dibandingkan Apple yang hanya sendirian dalam mengembangkan platform miliknya.

Ponsel Android yang beredar di pasaran pun, masih menurut Schmidt, memiliki jumlah 4 kali lebih banyak dibandingkan ponsel milik Apple. Lima ratus juta ponsel sudah diaktifkan hingga saat ini. Dengan perhitungan 1,3 juta aktivasi per harinya, diperkirakan ada 1 miliar ponsel Android pada tahun depan.

"Kami belum pernah melihat pertarungan platform dalam skala sebesar ini," kata Schmidt seperti dikutip dari AllThingsD.

Menurut Schmidt, konsumen-lah yang paling diuntungan dari pertarungan di antara kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut. Harga produk diyakini akan semakin menurun agar dapat terus bertahan di persaingan yang semakin ketat tersebut.

Schmidt pun mengeluarkan komentar mengenai Apple Maps.

"Apple seharusnya tetap menggunakan (aplikasi) peta kami," kata Schmidt.

Menurut Schmidt, Apple telah memutuskan untuk membuat peta mereka sendiri sejak lama dan perusahaan asal Cupertino tersebut pun dianggap sudah mengetahui betapa sulitnya mengembangkan aplikasi peta sendiri.

Ada sebuah argumen yang membuat Google Maps seharusnya tetap ada di iOS.

"Mereka (Google Maps) merupakan aplikasi yang lebih baik," tutur Schmidt.

Sumber

Satu "Lubang" di Chrome Dihargai Google Rp 500 Juta



Sistem keamanan Google Chrome berhasil ditembus oleh sekelompok peretas (hacker) yang menamakan diri mereka sebagai Pinkie Pie.

Namun, bukan tuntutan yang didapat oleh Pinkie Pie karena aksinya tersebut. Ternyata, mereka malah diberi uang tunai sebesar 60.000 dollar AS (sekitar Rp 575 juta) oleh Google. Mengapa?

Ternyata, Pinkie Pie merupakan salah satu peserta kontes "Pwnium" yang diadakan oleh Google pada konferensi Hack in the Box di Kuala Lumpur, Malaysia. Di ajang Pwnium ini, Google meminta para peretas untuk menemukan semua celah keamanan yang ada di Chrome.

Dikutip dari Venture Beat, Google menilai penemuan yang dilakukan oleh Pinkie Pie sebagai suatu hal yang "kritis" dan menyebutnya sebagai "sebuah karya yang indah".

Namun, Google tidak akan menyebarkan informasi mengenai celah keamanan apa saja yang ditemukan di ajang Pwnium ini, setidaknya hingga mayoritas penggunanya telah meng-install patch terbaru.

Di ajang Pwnium kali ini, ternyata hanya Pinkie Pie yang berhasil memenangkan hadiah dari Google. Hingga detik terakhir kompetisi ini, tidak ada peretas lain yang memberikan hasil "karyanya".

Ini merupakan kali kedua bagi Google dalam mengadakan ajang Pwnium. Ajang tersebut untuk pertama kalinya diadakan pada Maret tahun ini di konferensi CanSecWest, Vancouver.

Pada ajang Pwnium pertama tersebut, ternyata Pinkie Pie juga turut memenangkan hadiah dari Google. Pinkie Pie pun memenangkan hadiah dengan jumlah yang sama dengan kompetisi kali ini.

Apabila para peserta mampu menemukan celah keamanan secara keseluruhan, peserta akan diberi hadiah sebesar 60.000 dollar AS, seperti yang telah didapatkan oleh Pinkie Pie.

Apabila peserta hanya mampu menemukan sebagian kecil dari keseluruhan celah keamanan yang ada, Google hanya menghadiahkan uang tunai sebesar 10.000 dollar AS. Secara total, Google menyiapkan uang tunai sebesar 2 juta dollar AS untuk kompetisi ini.

Source